Selasa, 02 Juni 2009

KRISTEN ORTODOKS SYRIA




Upaya Menemukan Kembali Akar

Ajaran Kristen Ortodoks Syria hadir di Indonesia. Mereka salat tujuh kali sehari, dengan menggunakan bahasa Arab.

BERMULA dari keingintahuannya tentang ajaran Kristen yang berwajah oriental, Bambang Noorsena, 34 tahun, menelaah teks Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ia juga melakukan perjalanan ke beberapa negara Timur Tengah pada 1995-1997. "Saya melacak jejak historis Gereja Anthiokia purba yang dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul," katanya kepada Gatra. Pencariannya tidak sia-sia. Bambang menemukan ajaran Kristen Ortodoks yang berpusat di Anthiokia, Syria.

Dalam ajaran Ortodoks itu Bambang Noorsena menemukan jembatan yang bisa menghubungkan antara Kristen dan Islam yang dipeluk mayoritas penduduk Indonesia. Lalu, warga Malang, Jawa Timur, yang tercatat sebagai jemaat Kristen Jawi Wetan itu berguru khusus kepada Mar Ignatius Zaka al Awwal al Uwais yang berkedudukan sebagai Patriark Anthiokia dan seluruh wilayah Timur. Mar Ignatius dikenal juga sebagai Rais al Aliy (Pemimpin Tertinggi) Gereja Ortodoks Syria.
"Selama belajar di sana saya menemukan kembali akar kekristenan semitik. Inilah penerus dan pewaris Kristen yang pertama," kata Bambang.

Dalam Kisah Para Rasul disebutkan, sepeninggal Isa, Rasul Petrus bertugas sebagai patriark yang pertama di Anthiokia. Selama tujuh tahun Rasul Petrus menjalani misi sucinya, sebelum bertugas ke Roma. "Sejak saat itu ajaran Kristen mengalami proses Helenisasi, diikuti dengan Westernisasi," ujar Bambang Noorsena menjelaskan.

Yang menarik, dalam menjalankan ibadah ritualnya, Ortodoks Syria ini menjalankan salat tujuh waktu dalam sehari semalam, dengan menggunakan bahasa Arab. Mereka juga membaca Kitab Injil -dalam bahasa Arab- mirip orang Islam Sedang mengaji Al-Quran.

1. Adapun tata cara salatnya dimulai dengan posisi berdiri yang dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam meletakkan kedua tangan di dada, membuat tanda salib, lalu mengucapkan lafaz dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Ilahu Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha Esa). Jamaah menyambutnya: Amin.
2. Imam melanjutkan berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.
3. Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan badan seperti posisi ruku, dan mengucapkan: Quddusun Anta, ya Allah (Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut dengan menyucikan nama Allah Yang Mahakuasa, Yang Tak Berkematian. Jamaah memohon kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.
4. Imam berdiri tegak dan menadahkan tangan lagi.
5. Lalu imam bersujud, dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca Subhanaka Allahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut bersamaan.
Sambil menadahkan tangan, imam dan jamaah membaca Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab).
6. Selanjutnya dibaca Salam Walidatullah (atawa Salam Maria).
7. Imam kemudian membaca petikan Zabur (alias Mazmur dalam bahasa Aramaik), dan salat pun berakhir.

Kini, pengikut ajaran "baru" itu sudah ratusan jumlahnya, terutama di kalangan anak muda terpelajar. Mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang. Untuk menghimpun jamaah, Bambang Noorsena membentuk Yayasan Kanisah Ortodoks Syria, September tahun lalu. Peresmiannya diselenggarakan di Hotel Milenium di Jakarta, akhir tahun lalu. Barnabas Suebu (mantan Gubernur Irian Jaya) duduk sebagai ketua umum yayasan. Sedangkan Dr. Anton Lesiangi (tokoh teras di Kosgoro) sebagai sekretaris umum. Mereka memang masih belum mempunyai gereja sendiri, karena masih menunggu sang imam yang bakal ditasbihkan di Syria.

Meskipun demikian, sejauh ini yayasan tersebut belum tercatat dalam komunitas Kristen di Indonesia. Hal itu dikemukakan oleh Jan Kawatu, Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Protestan, Departemen Agama, kepada Gatra.

Selama ini, menurut Jan, untuk mengontrol lahirnya yayasan dari aliran-aliran keagamaan di lingkungan Kristen Protestan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada para notaris, agar mereka tidak mengesahkan berdirinya sebuah yayasan atau lembaga kristen sebelum mendapat izin resmi dari Direktur Bimas Kristen. "Izin itu kan perlu untuk mengetahui siapa mereka, apa tujuannya, dan macam apa alirannya," kata Jan. Selain itu, menurut Jan, Bimas Kristen Protestan sudah menutup pintu bagi aliran baru. "Tidak ada lagi izin bagi aliran baru," kata Jan menegaskan.

Berbeda dengan Jan, kehadiran aliran Kristen Ortodoks Syiria ini dapat diterima oleh cendekiawan muslim seperti Dr. Jalaluddin Rakhmat dan Dr. Nurcholis Madjid. "Kita harus menaruh hormat dan menghargai perbedaan," kata Kang Jalal -sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat- pada Taufik Abriansyah dari Gatra. Menurut Kang Jalal, dia tidak kaget kalau dalam tata cara peribadatan mereka banyak yang sama dengan ajaran Islam. Sebab, menurut Kang Jalal, pada zaman dulu pun orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen yang disebut Kristen Moronit. Mereka melakukan tata cara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah orang Islam.

"Agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripan dengan Islam," kata Cak Nur -sapaan akrab Dr. Nurcholis Madjid- kepada Mauluddin Anwar dari Gatra. "Kalau sekarang ada yang mirip, ya tidak aneh," ujar Cak Nur. Menurut Cak Nur, aliran Kristen Ortodoks Syiria itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat. "Kalau kita gunakan literatur yang lebih awal, sebetulnya Kristen yang paling asli ya aliran mereka itu," kata Cak Nur kepada Gatra.
Agaknya kita memang perlu arif sesuai dengan semangat toleransi antarumat beragama.

11 komentar:

  1. Meskipun sama-sama berbahasa arab dan berpakaina arab tetapi berbeda keyakinannya. Seperti orang Islam dan orang Islam kejawen. Sama-sama membaca doa Islam yang berbahasa Arab namun hakekatnya berbeda karena keyakinan orang muslim dan orang islam kejawen jelas berbeda. Orang islam dan kristen arab hampir sama budayanya namun berbeda prinsip dan keyakinan mereka.

    BalasHapus
  2. Haduh, itu kan yang mendukung (Jalaludin R dan alm. Nurcholis Madjid) pilar-pilar KOS dan opini "diterima" oleh islam dua-duanya adalah orang islam liberal, yang pemikirannya udah kelewat bebas ke mana-mana. Coba yang diminta opini orang Islam yang benar-benar murni dan taat, pasti punya jawaban yang beda. Kesemua opini itu harus disinyalir dulu, jangan langsung generalisasi dan mengatakan bahwa itu mudah "diterima" oleh muslim.

    BalasHapus
  3. sampai kapanpun islam makin taat makin radikal.tak menerima perbedaan,tdk ada kompromi,menganggap orng yg bkn islam rendah,memusuhi,menghina,merasa p-alinh betul,meng klaim injil sudah tak asli pas ditanya kamu tau aslinya gimana?ngacir....dll.pokoknya susah deh ama islam urusanya.

    BalasHapus
  4. Setuju sama leave me alone, 2 orang itu tak pantas disebut cendekiawan muslim. Mereka islam liberal udah jauh dari islam sebenarnya, bahkan sangat jauh bedanya dengan islam yang sewajarnya diajarkan kpd kita. Masih ingat caknun yg dulu membuat salawat global? Apa2an itu ga ada cerita salawat global, salawat itu hanya dimiliki oleh Islam untuk meng agungkan berzikir kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Sudah sesat ajarannya. Boleh kita menghormati agama mereka, Nabi Muhammad SAW jg mengajarkan begitu saling tenggang rasa terhadap agama lain asalkan tidak mengganggu satu sama lain. Namun jika kita mulai terusik dengan kehadiran mereka yang dirasa mulai mengganggu bahkan melakukan misioner ini sudah patutnya kita bertindak. Jangan biarkan Islam tenggelam seiring berkembangnya zaman!

    BalasHapus
  5. Bambang itu awalanya kristen atau muslim? Uang yang dipakai untuk ke negara-negara tersebut dari siapa ya? Mohon kami diinformasikan..

    BalasHapus
  6. Sampai kapanpun Agama yang diridhoi اَللّهُ adalah ISLAM!!!

    BalasHapus
  7. kalian mau mempengaruhi kami spti apa...KAMI TETAP ISLAM...dan itu HARGA MATI..

    BalasHapus
  8. ngaji diri dulu deh dari pada berdebat.. baru silahkan action and ber argumen

    BalasHapus
  9. yah, kita taati aja ajaran kita, ajaran tauhit yang paling benar, apapun agama orang biarlah, tetap saja mereka kafir bila tidak memeluk islam.

    BalasHapus
  10. -Kisah Para Rasul 20:30-
    Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

    -Kolose 2:8-
    Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-menurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

    BalasHapus
  11. KITA SEBAGAI ORANG ISLAM HARUS MENGHENTIKAN INI SECEPATNYA....KALAU CARA SATU-SATUNYA DENGAN PERANG....SAYA SIAP...
    ALLAHU AKBAR....

    BalasHapus